Sukardi Weda, WR 3 UNM Membuka Acara Penutupan dan Ramah Tama SAINS

  • Share
banner 400x130
Badan Pelaksana Sains Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Penutupan dan Ramah Tama SAINS (Studi Al-Qur’an Intensif) pada Semester Genap 2021 secara daring. Sabtu (5/6/21).

UJARANCOM – Badan Pelaksana Sains Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Penutupan dan Ramah Tama SAINS (Studi Al-Qur’an Intensif) pada Semester Genap 2021 secara daring. Sabtu (5/6/21).

Baca Juga  Ada Keluhan Pelayanan Publik di Sulsel? Laporkan di SP4N LAPOR

Studi Al-Qur’an Intensif (SAINS) pada Semester Genap 2021 diikuti oleh 4 fakultas, diantaranya FMIPA, FT, FSD, dan FPsi.

banner 336x280

Dr H Amri Rahman selaku Koordinator Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam UNM, dalam sambutannya mengatakan bahwa belajar Al-Qur’an sulit dilakukan kalau tidak ada yang mendengar. Butuh pendampingan.

“Prestasi bukan hanya diukur dari prestasi akademik mahasiswa tetapi berbanding lurus antara prestasi dan akhlaqul karimah dalam berbangsa dan bernegara,” Tuturnya.

Baca Juga  Bawa Kuliah Umum di UNM, Wamen Sebut Selama Ini Banyak Yang Gagal Paham RUU KUHP

Prof Dr Sukardi Weda yang juga Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan ini.

Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman dan rahmat bagi orang-orang yang yakin.

“Kepada mahasiswa untuk berprestasi dan berakhlaqul karimah, dan dapat berturur dan berperilaku yang baik, yang santun dalam kehidupan sehari-hari,” Harapnya.

Baca Juga  Seleksi 15.886 Peserta UTBK UNM Capai 93 % Kehadiran, Rektor Sebut Berhasil

Ust. H Ardian Kamal M Sc, yang juga Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia dan Da’i Markaz Inayah Kota Riyadh, Arab Saudi. Dalam Daurah Al-Qur’an bertajuk “Bagaimana Melahirkan Mahasiswa yang Beraklak Mulia dengan Al-Qur’an,” yang dibawakannya.

Ust H Ardian Kamal menyampaikan bagaimana menjadi ilmuan, itu masih berada dalam ketidaktahuan, masih berada dalam kegelapan, tetapi dengan keberadaan Al-Qur’an, maka jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk untuk menjadi ilmuan. (Red/Yn).

  • Share

Leave a Reply