Plt Gubernur Sulsel Adukan Masalah Pangan Ke Baleg DPR RI

  • Share
banner 400x130
Bertemu Baleg DPR RI, Plt Gubernur Sampaikan Kondisi Pangan Sulsel

UJARANCOM – Rombongan Badan Legislasi DPR RI disambut oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 17 Maret 2021. Kunjungan kerja Badan Legislasi DPR RI ini dalam rangka Pemantauan dan Peninjauan Terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Baca Juga  Reses Anggota Dewan, DPU Hadir Dengar Keluhan Masyarakat Kota Makassar

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, Pemprov Sulsel mampu mengoptimalkan overstock beras. Sulsel selama ini menjadi penopang pangan nasional, dengan overstok sekitar 2,7 juta ton.

banner 336x280

“Namun di tahun 2020 ini kita turun, intervensi dilakukan. Komitmen kami akan kolaborasi untuk turun detail dan melihat perwilayahan dan merecoveri,” jelasnya kepada ujaran.

Beras asal petani Sulsel, kata dia, disuplai ke beberapa provinsi di Indonesia. “Alhamdulillah, kita galakkan hasil pertanian Sulsel. Kita juga benahi aset irigasi kami. Kita siapkan untuk merecoveri untuk perbaikan sistem irigasi,” katanya.

Baca Juga  Operasi Gabungan Awasi Orang Asing Digelar Diperbatasan Nunukan

Melihat permasalahan pangan, kata dia, dibutuhkan hilirisasi pertanian. Andi Sudirman mendorong diterapkannya sistem green economy.

Pihaknya pun telah berdiskusi bersama PLN untuk upaya memasukkan jaringan listrik, untuk digunakan di pematang sawah petani.

“Kami tentu juga berfokus untuk ketahanan pangan. Kami selalu terbuka dan mohon arahan dari pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap bersinergi untuk lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga  KPID Minta MUI Sulsel Keluarkan Fatwa Haram Media Yang Beritanya Hoaks

Sementara itu, Ketua Baleg DPR RI, Supratman Andi Agtas, memperkenalkan rombongan Badan Legislasi DPR RI.

“Mudah-mudahan Sulsel efektif dalam peranannya. Dalam prinsipnya, kunjungan kami untuk mendengarkan perbaikan regulasi pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan,” ungkapnya. (Red/pensa).

  • Share