banner 1200x130

Penghasilan IA Capai 151,2 Juta Perhari. Bastian Lubis Blak-blakan Sebut Inspektorat, BPK dan KPK

  • Share
banner 400x130
Bastian Lubis atau akrab disapa Bob, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Patria Artha (PUKAT UPA) di ruang kerjanya saat diwawancarai wartawan ujaran beberapa hari lalu di jalan Tun Abdul Razak, Gowa.

UJARANCOM – Irwan Adnan (IA), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar membuat heboh publik. Setelah disoroti berbagai pihak perihal harta kekayaannya meningkat drastis.

Dalam kurung waktu dua tahun, berdasarkan Laporan Harta Kekayaaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Irwan Adnan merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbilang kaya raya.

banner 336x280

Hal itu, mendapat perhatian serius dari Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Patria Artha (PUKAT UPA), Bastian Lubis.

“LHKPN menurut pendapat subyektif saya sebenarnya banyak yang tidak sesuai dengan fakta rielnya  yang ada tapi ini sudah merupakan kewajiban yg harus dilaporkan ke KPK,” ujarnya kepada ujaran. Jumat (2/4/21).

Bagi Bastian, LHKPN ini belum jelas arahnya. Malah terlihat sebagai formalitas saja karena tidak ada sanksi bagi penyelenggara Negara yang tidak melaporkan kekayaanya.

Baca Juga  Plt Gubernur Sulsel Mesra Dengan LaNyalla, Sinyal Positif Pilpres 2024?

“Meskipun masih ada juga penyelenggara Negara yang tidak mau melaporkannya tapi nggak ada sangsi apa-apa dari KPK, malah sebatas formalitas saja,” ucapnya.

Berdasarkan isu yang ramai diperbincangkan, kasus Irwan Adnan sebagai pejabat memang hal yang menarik untuk di telisik lebih jauh.

“Yang membuat kita menarik saat ini adalah pejabat di Sulsel seperti di pemkot Makassar bahwa LHKPN nya kepala Bapenda Kota Mks sdr Irwan Adnan. Tiga tahun anggaran berturut-turut mulai  per 31 Des 2017, 2018 dan 2019 sebesar Rp8,22M; Rp53,61M dan Rp56,45M,” ujarnya.

Menurut Bastian, kasus ini seolah membuka mata publik bahwa salah satu akses jadi kaya adalah menjadi ASN. Tetapi, ia tak menampik memberi jempol ke Kepala Bapenda karena telah jujur dan transparan melaporkan hartanya.

“Telah menjadi perhatian publik ternyata jadi asn dan pejabat publik di Pemkot Makassar cukup prospek jadi orang kaya.  Irwan Adnan ini saya anggap telah jujur melaporkan apa adanya dibandingkan dengan pejabat lainnya,” imbuhnya.

Baca Juga  Bupati Serahkan Laporan ke BPK

“Kita lihat saja telah terjadi lompatan kenaikkan harta yang tinggi antara tahun 2017 ke 2018 sebesar Rp45,39M atau 552,12% cukup fantastis jauh melebihi persentase kenaikan kinerja PAD kota Makassar yang semakin sempoyongan merangkak,” tambahnya.

Penggiat anti korupsi yang akrab disapa Bob ini menjelaskan secara detail, pendapatan dari kepala badan pendapatan daerah kota Makassar.

“Kalau kenaikkannya Rp45,39M berarti rata take homenya Rp3,78M per bulannya atau Rp151,2 juta perhari pendapatannya ini kalau beliaunya murni jadi asn pejabat pemkot makassar,” Jelas Bob.

Dilain sisi, ia mengajak agar kejadian tersebut harus rela diterima walau terlihat tidak wajar. Kecuali memang ada sesuatu yang tidak beres dalam pelaksanaan audit terhadap harta tersebut.

“Ini semua harus dibuktikan karena hasil kerjanya sudah diperiksa oleh Inspektorat, BPK dan dewan kota, plus Korsupgah KPK jadi secara formal kita harus menerima hal yang tidak wajar tersebut atau bisa juga para oknum auditornya kurang canggih audit programnya,” urainya.

Baca Juga  Kolaborasi Amankan Aset, Sinergi PLN-KPK-ATR/BPN Berhasil Amankan 1.319 Persil Tanah di Sultra

Bahkan bagi Bob, Kota Makassar dari tahun ketahun selalu mengalami kebocoran anggaran. Dan hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi walikota saat ini.

“Kebocoran keuangan daerah di Pemkot Makassar dari tahun ke tahun sangat besar walaupun selalu dapat opini  WTP setiap tahunnya nggak ada efek terhadap perbaikan kinerja dalam rangka pencegahan korupsi,” Jelas Bob.

Bob menegaskan, kalau lihat uang beredar berdasarkan data dari BI tahun 2019 di Kota Makassar Rp165 Triliun dibandingkan dengan realisasi PAD 2020 hanya sebesar Rp1,13 Triliun.

“Sangat kecil sekali, ini sama dengan kerja tidur-tidur saja nggak usah repot-repot. Kita masih optimis ada perubahan, jadi kita tunggu sajalah kinerja pengelolaan keuangan pemkot seperti yg telah dituangkan dalam visi misinya walikota saat ini, mudah-mudahan masih sesuai dengan yang telah dijanjikan pada saat kampanye lalu.” Ucap Bob.

Penulis : Yayanouht

  • Share

Leave a Reply