Keras! Bastian Lubis Sebut Presentase PAD Kota Makassar Sempoyongan Merangkak dan Alami Kebocoran Dari Tahun Ke Tahun

  • Share
banner 400x130
Bastian Lubis, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Patria Artha (PUKAT UPA) di ruang kerjanya saat diwawancarai wartawan ujaran beberapa hari lalu.

UJARANCOMKetua Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Patria Artha (PUKAT UPA). Bastian Lubis berkomentar perihal adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruang lingkup Pemerintah Kota Makassar yang memiliki harta kekayaan yang fantastis.

Menurut Bob sapaan akrab Bastian Lubis. Data tersebut diperoleh dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

banner 336x280

“LHKPN menurut pendapat subyektif saya sebenarnya banyak yang tidak sesuai dengan fakta rielnya  yang ada tapi ini sudah merupakan kewajiban yg harus dilaporkan ke KPK,” ujarnya kepada ujaran. Jumat (2/4/21).

Baca Juga  Adnan Ikut Vaksin Karena Program Pemerintah Yang Harus Didukung

Dari kasus, Irwan Adnan (IA) sebagai kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar memang bagi Bob ini adalah hal yang menarik. Namun, selain itu Bob juga menyindir keras presentase Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2020.

“Kita lihat saja (red: kasus IA) telah terjadi lompatan kenaikkan harta yang tinggi antara tahun 2017 ke 2018 sebesar Rp45,39M atau 552,12% cukup fantastis jauh melebihi persentase kenaikan kinerja PAD kota Makassar yang semakin sempoyongan merangkak,” tambahnya.

Baca Juga  Pilpres AS Memanas: Sedikit Lagi Biden Kunci Kemenangan, Trump Klaim Penipuan

Bahkan bagi Bob, Kota Makassar dari tahun ketahun selalu mengalami kebocoran anggaran. Dan hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi walikota saat ini, Mohammad Ramdhan Pomanto bersama Wakilnya, Fatmawati Rusdi.

“Kebocoran keuangan daerah di Pemkot Makassar dari tahun ketahun sangat besar walaupun selalu dapat opini  WTP setiap tahunnya nggak ada efek terhadap perbaikkan kinerja dalam rangka pencegahan korupsi,” urai Bob.

Baca Juga  Pohon Tumbang Dimana-mana di Tengah Kota, DPU Makassar Sigap Cepat

Bob membeberkan secara detail, kalau lihat uang beredar berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) tahun 2019 di Kota Makassar sebanyak Rp165 Triliun dibandingkan dengan realisasi PAD 2020 hanya sebesar Rp1,13 Triliun.

“Sangat kecil sekali, ini sama dengan kerja tidur-tidur saja nggak usah repot-repot. Kita masih optimis ada perubahan, jadi kita tunggu sajalah kinerja pengelolaan keuangan pemkot seperti yg telah dituangkan dalam visi misinya walikota saat ini, mudah2an masih sesuai dengan yang telah dijanjikan pada saat kampanye lalu.” Ucap Bob.

Penulis : Yayanouht

  • Share

Leave a Reply