Isu Kantor DPP Partai Demokrat Akan Direbut Paksa, Andi Arief dan Rahmad Bersitegang

  • Share
banner 400x130
Konferensi pers kubu Partai Demokrat AHY menanggapai konferensi pers menteri menkumham

UJARANCOM – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly resmi mengumumkan penolakannya. Terkait kepengurusan Partai Demokrat versi KSP Moeldoko hari ini. Rabu (31/3/21).

Hal itu disampaikan Yasonna dalam konferensi persnya di Jakarta. Namun, sebelumnya Ketua Bappilu Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono. Ando Arief mengatakan bahwa seluruh kader mesti tetap waspada.

banner 336x280

“Kepada seluruh kader, sesuai dg permenkumham, batas menyatakan dokumen KLB brutal diterima/lengkap atau tidak adalah hari ini 30 Maret 2021. Namun batas Depkumham umumkan itu tgl 6 April 2021 (bisa lebih cepat). Tetap waspada karena ada indikasi Kantor DPP akan direbut paksa,” Ujarnya melalui cuitan, kemarin (30/3/21).

Baca Juga  ASN Mesti Bersabar, Plt Gubernur Teken Edaran Larangan Mudik. Melanggar? Sanksi

Andi Arief menilai ada upaya Kantor DPP dijalan proklamasi akan direbut paksa dan melakukan tindakan-tindakan gila.

“KLB Moeldoko akan main gila, tahu bahwa putusan  Depkumham sulit mensahkan  mereka, kini mereka akan berupaya merebut paksa kantor DPP Demokrat jalan Proklamasi.” Ucap Andi Arief.

Tepatnya, rabu (31/3/21) Yasonna Laoly memaparkan alasan pemerintah menolak kepengurusan Partai Demokrat versi deli serdang, Sumut.

Baca Juga  Sim Sapu Lubang DPU Makassar Ratakan Jalan Pandang

Pernyataan Ketua Bappilu Partai Demokrat kubu AHY di tanggapi serius Juru Bicara Partai Demokrat versi KSP Moeldoko. Muhammad Rahmad.

“Itu informasi super hoaks dan mengada-ada. DPP Partai Demokrat pimpinan Moeldoko taat pada undang-undang dan aturan berlaku.” Ujarnya.

Penulis : Yayanouht

  • Share

Leave a Reply