DLHK Kepulauan Selayar Peringati Hari Kesehatan Lingkungan dengan Aksi Penanaman Pohon

  • Share
banner 400x130
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Saiful Arif terlihat tengah melakukan penanaman pohon jenis Pohon Cemara seusai melangsungkan pembukaan acara peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia di Kawasan Pengolahan Sampah Khsus Kota Jalan Metro No 1 Benteng Selayar Sabtu, (5/6/2021).

UJARANCOM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Kabupaten Kepulauan Selayar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau Word Environment Day (WED), melangsungkan kegiatan penanaman pohon di tiga kelurahan dalam wilayah kecamatan Benteng, Kepulauan Selayar Sabtu, (5/6/2021).

Tema yang diangkat pada peringatan tahun ini adalah Ecosystem Restoration yang juga menjadi tema seluruh dunia dalam memperingati Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni tiap tahunnya.

banner 336x280

Diawali dengan pembukaan di kawasan Pengolahan Sampah Khusus Kota, Jalan Metro No 1 Benteng Selayar, peringatan ini dihadiri oleh para staf, sejumlah tamu undangan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Muhammad Hasdar hadir pula Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Saiful Arif sekaligus membukakan acara secara resmi.

Baca Juga  IWO Teken MoU Dengan Kejaksaan RI

Dikatakan Muhammad Hasdar, Kegiatan penanaman pohon ini yang bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai upaya mendukung program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar.

“Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan ini juga merupakan rencana aksi kami dalam rangka mendukung program Bupati dan Wakil Bupati yang tertuang dalam aturan Bupati”, katanya.

Hasdar menyampaikan bahwa instrumen lingkungan harus relevan dengan UU No 32 Tahun 2009 dalam upaya mempertahankan hidup dan juga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, dalam menjalani kehidupan kita perlu menjaga dan mempertahankan lingkungan sehingga Lingkungan itu juga dapat memberikan timbal balik dengan dampak positif yang diberikannya.

“Sesuai dengan UU No 32 Tahun 2009 tentang Pengendalian dan Pengolahan Lingkungan Hidup, disitu tertuang beberapa macam instrumen lingkungan yang harus dipenuhi dalam rangka mempertahankan keberlangsungan hidup kita dan mempertahankan kelestarian lingkungan kita, karena di dalam hidup dan kehidupan kita ini harus menjaga keseimbangan bagaimana kita berkontribusi terhadap lingkungan sehingga lingkungan itu juga bisa berkontribusi positif terhadap kita”, ucapnya

Baca Juga  Melapor di Kepolisian? Cek Statusnya Sekarang Via Aplikasi SP2HP Online

Ia melanjutkan, dengan tujuan daripada dokumen-dokumen instrumen ini adalah bagaimana mengawal setiap rencana pembangunan mulai dari tahap perencanaan pelaksanaan serta evaluasi.

Sekaligus ia pun menekankan dan menepis anggapan segelintir orang-oranh bahwa Dinas Lingkungan Hidup itu tidak hanya mengerjakan kebersihan saja.

“Instrumen hidup yang telah kami buat mulai tahun 2020 kemarin, kami telah menyusun kajian lingkungan hidup. Ini sejalan dengan LPJMD, ada lagi diatasnya yang sementara kami juga susun sehubungan dengan program 100 hari ini (Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar) itu sudah menyusun rancangan acuan kerja untuk rencana perlindungan pengelolaan lingkungan hidup (RRPLH), ini seiring dengan pembangunan nasional ada jangka panjang dan ada Jangka menengah”, lanjut Muhammad Hasdar sekaligus mengakhiri sambutannya.

Baca Juga  Sah, Gowa Sekarang Bebas Kebiasaan BAB Sembarangan

Dikesempatan yang sama Saiful Arif, yang menyempatkan dirinya hadir pada kegiatan tersebut mengatakan lingkungan telah menjadi isu skala nasional bahkan juga internasional. Arif berharap dengan adanya kegiatan ini dapat dilakukan secara meluas dengan melibatkan banyak orang.

“Hari ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kita melaksanakan acara sederhana tapi saya berharap gaungnya bergetar luas. Persoalan lingkungan hidup perlu kepedulian, menuntut Kepedulian, Isu lingkungan adalah isu internasional”, kata Saiful Arif sekaligus membuka acara penanaman pohon secara resmi.

Selain itu, ia juga ingin Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencanangkan konsep one day no smoke (satu hari tanpa asap kendaraan) dalam tiap pekannya. Tujuannya tidak lain untuk mengurangi polusi kendaraan berasap.

“Kalau ada prinsip dulu, one day no fishing kemudian sekarang ada one day one juz. Tidak hanya prinsip itu tapi juga one day no smoke (satu hari dalam satu pekan tanpa asap kendaraan), orang-orang yang masuk dengan menggunakan kendaraan harus tertahan di pinggir kota, masuk dengan becak, bebaslah polusi kita. Ini wacana”, pungkasnya. (Red/Yn).

  • Share

Leave a Reply