banner 1200x130

Dinas TPHP Salurkan Bantuan Benih Jagung Hibrida Unggul ke 150 Kelompok Tani di Sinjai

  • Share
banner 400x130

UJARANCOM – Dinas Tanaman Pangan,  Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai menyerahkan benih jagung hibrida unggul kepada petani dalam rangka mendukung gerakan percepatan tanam jagung.

Bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) ini berjumlah 27,4 ton untuk lahan seluas 1.831 hektare (ha).

banner 336x280

Kepala Dinas TPHP Sinjai H. Kamaruddin saat ditemui di Ruang Kerjanya, Jumat (29/10/2021) menuturkan, benih tersebut akan didistribusikan untuk 150 kelompok tani yang tersebar di 7 Kecamatan di Sinjai kecuali Kecamatan Pulau Sembilan dan Sinjai Barat.

Baca Juga  Wc Buntu? Tim Britasi DPU Makassar Siap, Hubungi 112

“Kita alokasikan untuk 150 kelompok tani di 7 kecamatan kecuali kecamatan pulau Sembilan karena tidak ada lahan disana dan Sinjai Barat tidak dialokasikan karena tahun ini tidak mengusulkan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) ke Pusat, jenis benih ini adalah varietas betras 1 yang memiliki kualitas unggul,” jelasnya.

Sebelum didistribusikan kepada petani untuk ditanam,  benih jagung ini sebelumnya diperiksa terlebih dahulu untuk dilihat kualitasnya oleh Balai Sertifikasi Mutu Benih (BSMB)  Provinsi Sulsel.

Adapun benih jagung hibrida ini dialokasikan di Kecamatan Sinjai Utara untuk luas lahan 115 hektar,  Tellulimpoe 251 hektar,  Sinjai Timur 59 hektar, Sinjai Selatan 30 hektar,  Sinjai Tengah 215 hektar,  Sinjai Borong 465 hektar dan untuk Kecamatan Bulupoddo seluas 696 hektar.

Baca Juga  Kabar Baik! Petani di Kabupaten Sinjai Dapat Bantuan

Menurut Kamaruddin, bantuan alokasi benih jagung hibrida untuk petani di Sinjai tahun ini seyogyanya untuk luas lahan 1.000 hektar,  namun berkat petunjuk dari Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) jumlah ini meningkat menjadi 1.831 hektar.

“Awalnya kita mendapatkan alokasi benih jagung dari Kementerian untuk luas lahan 1.000 hektar.  Namun dalam  diskusi kami bersama Pak Bupati beberapa waktu lalu di Bulupoddo beliau meminta kepada saya untuk  ditambah lagi dengan mengusulkan kembali,  Alhamdulillah Kementan merespon baik usulan kami sehingga ada tambahan sekitar 800 hektar lebih, ” ujarnya.

Baca Juga  Pemudik di Pastikan Tidak Bisa Lintasi Bantaeng, Aturan Shalat Ied Hingga Belanja Baju Baru di Pasar

Penanaman jagung dimulai saat ini untuk periode Oktober – Maret, apalagi kondisi cuaca yang sudah mulai mendukung. “Kita harapkan benih ini sudah harus tertanam semua paling lambat bulan Desember sehingga akan menambah produksi jagung di tahun 2022 mendatang,” ungkapnya. (Red/Accullk)

  • Share

Leave a Reply