ASN Berpenghasilan 151,2 Juta Perhari, Plt BKPSDMA Kota Makassar : Mungkin Harta Dari Orang Tuanya

  • Share
banner 400x130
Andi Siswanta Attas, Plt. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMA) Kota Makassar

UJARANCOMAndi Siswanta Attas, menanggapi harta kekayaan Irwan Adnan (IA) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar versi LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plt. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMA) Kota Makassar itu enggan berkomentar banyak perihal kasus IA. Ia menggapi santai.

banner 336x280

“Saya tidak pada posisi untuk menanggapi hal yg bukan kewenangan saya, biarlah masyarakat yg menilai sendiri,” Ujarnya saat dikonfirmasi. Jumat (2/4/21).

Ia membeberkan sesuai kapasitasnya secera umum dalam pembinaan pegawai dan sumber daya manusia dalam lingkup Kota Makassar. Bahwa sebagai ASN bekerjalah sesuai atauran karena semua sudah ada tupoksinya. Tidak ada yang tertukar.

Baca Juga  Penggiat Anti Korupsi Dorong APH Segera Tindak Kepala Bapenda Kota Makassar

“Sarannya secara umum saja, berjalanlah sesuai aturan dan mekanisme yg ada, rezki tidak akan tertukar,” Ucapnya.

Andi Siswanta, juga berpesan untuk selalu berprasangka positif jika ada ASN yang memili harta kekayaan yang fantastis.

“kita juga jangan langsung berprasangka buruk kalau ada ASN yang mempunyai harta berlimpah, karena mungkin harta dari orang tuanya, pokoknya saya sebagai kepala BKPSDM, memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Patria Artha (PUKAT UPA), Bastian Lubis

Menurut Bastian, kasus ini seolah membuka mata publik bahwa salah satu akses jadi kaya adalah menjadi ASN. Tetapi, ia tak menampik memberi jempol ke Kepala Bapenda karena telah jujur dan transparan melaporkan hartanya.

Baca Juga  Pengadaan Security Check DPRD Kota Makassar Disoal

“Telah menjadi perhatian publik ternyata jadi asn dan pejabat publik di Pemkot Makassar cukup prospek jadi orang kaya.  Irwan Adnan ini saya anggap telah jujur melaporkan apa adanya dibandingkan dengan pejabat lainnya,” imbuhnya.

“Kita lihat saja telah terjadi lompatan kenaikkan harta yang tinggi antara tahun 2017 ke 2018 sebesar Rp45,39M atau 552,12% cukup fantastis jauh melebihi persentase kenaikan kinerja PAD kota Makassar yang semakin sempoyongan merangkak,” tambahnya.

Penggiat anti korupsi yang akrab disapa Bob ini menjelaskan secara detail, pendapatan dari kepala badan pendapatan daerah kota Makassar.

Baca Juga  Menteri PPN Dan Cendekiawan Papua Ketemu

“Kalau kenaikkannya Rp45,39M berarti rata take homenya Rp3,78M per bulannya atau Rp151,2 juta perhari pendapatannya ini kalau beliaunya murni jadi asn pejabat pemkot makassar,” Jelas Bob.

Dilain sisi, ia mengajak agar kejadian tersebut harus rela diterima walau terlihat tidak wajar. Kecuali memang ada sesuatu yang tidak beres dalam pelaksanaan audit terhadap harta tersebut.

“Ini semua harus dibuktikan karena hasil kerjanya sudah diperiksa oleh Inspektorat, BPK dan dewan kota, plus Korsupgah KPK jadi secara formal kita harus menerima hal yang tidak wajar tersebut atau bisa juga para oknum auditornya kurang canggih audit programnya,” urainya.

Penulis : Yayanouht

  • Share

Leave a Reply